Pengalaman Membayar Pajak Kendaraan di Outlet Samsat di Masa Pandemi

Outlet Samsat ITC Cibinong
Outlet Samsat ITC Cibinong

Pajak kendaraan bermotor merupakan item pajak yang setiap tahun harus dibayarkan. Jika habis berlakunya, tentu surat kendaraan akan tidak sah dan kita akan ditilang jika menemui razia kepolisian.

Bulan Juli merupakan bulan di mana kendaraan yang saya pakai habis masa pajak tahunannya. Maka hari ini saya mengurus di outlet Samsat ITC Cibinong (sekarang berganti nama menjadi Cibinong Mall). Berikut akan saya ceritakan pengalaman memperpanjang pajak kendaraan bermotor di outlet Samsat ITC Cibinong saat pandemi Covid-19.

Datang Pagi

Tipikal pelayanan publik di Indonesia adalah mengharuskan kita datang sepagi mungkin. Walaupun beberapa layanan sudah lebih maju dan modern dengan sejenis antrean online, tapi rasanya masih saja banyak yang mengharuskan datang pagi, contohnya ya outlet Samsat ini.

Mall belum buka sekitar jam 07.45 WIB tapi beberapa orang sudah mengarah masuk ke parkiran ITC Cibinong. Orang-orang ini adalah orang yang hendak membayar pajak kendaraan. Setelah ambil karcis parkir untuk motor, saya diarahkan petugas parkir untuk parkir di rooftop ITC Cibinong.

Ambil Nomor Antrean

Setelah motor terparkir, saya mendatangi kerumunan orang yang hendak membayar pajak. Tentu saja tidak begitu berkerumun karena masih relatif pagi. Petugas belum datang sehingga kami diminta berbaris mengular untuk mendapatkan selembar nomor antrean. Saat memberikan nomor antrean, petugas akan memeriksa berkas yang dibutuhkan. Untuk memperpanjang pajak kendaraan, hanya perlu KTP asli dan lembar STNK.

STNK kemudian diambil kembali beserta nomor urut. Saya mendapat nomor urut 09. Setelahnya kami menunggu beberapa menit. Kami diminta masuk ke dalam outlet secara bergiliran sebanyak 20 orang.

Kami masuk melalui pintu rooftop dan menuruni tangga. Di pintu sudah ada petugas memeriksa setiap orang yang hendak masuk.

Outlet Samsat
Outlet Samsat

Memasuki Outlet Secara Bergiliran

Di depan pintu Samsat, kami diminta menaruh lembar STNK dan KTP yang sudah diberi nomor. Adapun nomor antrian tetap dipegang dan dibawa masuk. Kami diminta duduk di kursi yang sudah diberi jarak.

Kurang lebih menunggu 15 menit, nomor urut 1-13 diminta mengantre di loket pembayaran. Setiap nama pemilik kendaraan akan dipanggil dan petugas akan menyebut besaran pajak yang harus dibayar.

Oh ya, pastikan membawa uang yang cukup sebelum masuk ke outlet karena menurut info, ATM di ITC Cibinong belum beroperasi.

Kemudian kita akan mendapat secarik bukti bayar. Bukti ini dipegang untuk ditukarkan STNK dan lembar pengesahan pajak baru kendaraan yang diproses. Setelah itu tunggu nama kita dipanggil.

Selesai.

Total durasi sejak awal datang hingga selesai memakan waktu sekitar 60 menit. Semakin siang tentu akan semakin antre dan memakan waktu lebih lama. Demikian, semoga bermanfaat.

**

3 pemikiran pada “Pengalaman Membayar Pajak Kendaraan di Outlet Samsat di Masa Pandemi

  1. Ping balik: Petualangan Membuat KK dan KTP Baru Setelah Menikah | ardiologi

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s