Petualangan Membuat KK dan KTP Baru Setelah Menikah

Disdukcapil Kabupaten Bogor
Disdukcapil Kabupaten Bogor

Salah satu konsekuensi setelah menikah adalah berubahnya beberapa hal administratif kependudukan, seperti KK dan KTP. Mengurus KK dan KTP setelah menikah pun memiliki langkah yang relatif panjang dan hati yang mangkel karena harus melalui beberapa proses.

Sedikit cerita, saya dan istri memang berencana memulai proses memperbaharui KK dan KTP saat mudik ke kampung halaman istri. Kami sepakat untuk sementara mencantumkan alamat asal orang tua saya sebagai alamat di KK dan KTP baru. Rencananya, saat berada di kampung halaman istri, kami akan membuat Surat Keterangan Pindah.

Oh ya, agar cerita “petualangan” ini bisa dicerna dengan mudah, saya lampirkan grafik alur pengurusan KK dan KTP baru setelah menikah.

Alur Pengurusan KK dan KTP Baru Setelah Menikah

Part 1: Mengurus Surat Keterangan Pindah

Pandemi COVID-19 membatalkan rencana kami untuk mudik dan membuat Surat Keterangan Pindah. Akhirnya kami meminta bantuan kepada mama mertua untuk membantu pengurusannya. Langkah yang dilakukan antara lain:

  1. Mengisi form pengantar pindah keluar di kantor desa
  2. Mengesahkan form tersebut di kecamatan
  3. Membawa form tersebut ke Disdukcapil kota/kabupaten asal lalu diproses menjadi Surat Keterangan Pindah
Contoh surat keterangan pindah

Surat Keterangan Pindah tersebut kemudian dikirim melalui kurir ke kediaman kami di Bogor. Terima kasih, mama mertua. Untuk proses surat ini jadi sekitar 4 hari. Itu pun belum termasuk lama pengiriman,

Part 2: Mengurus Surat Keterangan Pindah Datang di Disdukcapil

Setelah kiriman surat pindah sampai, saya langsung membawa surat tersebut ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor. Lagi-lagi tipikal kantor pelayanan publik di Indonesia mengharuskan kita datang sepagi mungkin.

Kamis (25/06) pagi sekitar pukul 06.30 WIB, saya sudah hadir di kantor Disdukcapil. Di pos satpam, saya menyampaikan maksud untuk mengurus Surat Pindah Datang, lalu diberikan nomor antrean.

Karena situasi pandemi belum mereda, protokol kesehatan diberlakukan di sini di antaranya menjaga jarak duduk dan pemeriksaan suhu tubuh pengunjung.

Semakin lama, situasi semakin ramai oleh orang-orang yang hendak mengurus administrasi kependudukan. Pagi itu saya mendapatkan antrean nomor 7. Untuk layanan pengurusan pindah datang atau pun pindah keluar berada di loket H.

Disdukcapil Kabupaten Bogor
Disdukcapil Kabupaten Bogor

Tidak menunggu lama sejak loket dibuka, nomor antrean saya dipanggil. Saya menyerahkan Surat Pindah yang sudah dikirimkan dari Kebumen beserta satu lembar fotokopi KTP istri. Setelahnya, saya ditanya apakah mau ditunggu atau diambil esok hari. Jika ingin ditunggu hari itu juga, surat pindah datang bisa diambil sekitar pukul 13.00 WIB.

Saya memilih mengambil esok harinya. Jika keesokan hari, surat bisa diambil sekitar pukul 09.00 WIB (sesuai tertera di slip tanda terima). Slip ini tidak boleh hilang ya karena dijadikan bukti pengambilan.

Untuk pengambilan sendiri tidak perlu mengambil nomor antrean. Cukup datang saja ke loket pengambilan dan serahkan slip tanda terima.

Tanda terima pengambilan surat pindah datang
Contoh Surat Keterangan Datang WNI

Part 3: Mengurus Draf KK ke Desa/Kelurahan

Tidak butuh waktu lama setelah Surat Keterangan Datang istri selesai, saya langsung meluncur ke kantor desa tempat saya dilahirkan. Untuk bagian ini memang cukup menguras enerhi energi. Dari tempat sekarang saya tinggal bersama istri ke kantor desa mesti menempuh jarak 32 km. Senin (29/6) sekitar pukul 05.30 WIB, saya sudah pamit ke istri untuk mendaki gunung berangkat ke kantor desa.

Sesampainya di kantor desa, saya langsung menuju ke loket pelayanan administrasi. Situasi pelayanan relatif sepi, hanya ada 3 orang yang tengah mengurus administrasi. Tiba giliran, Saya menyampaikan maksud dan tujuan untuk mengurus KK dan KTP baru. Untuk di kantor desa, syarat yang dibutuhkan adalah:

  1. Surat pindah datang istri
  2. Fotokopi KK asal suami
  3. Fotokopi KK asal istri

Setelah menunggu sekitar 20 menit, draf isian KK sudah dibuatkan oleh petugas di kantor desa. Tak lupa beliau menanyakan detail dan isian yang barangkali ada kekeliruan. Setelah OK, draf tersebut ditandatangani dan distempel Kepala Desa.

Setelah selesai, saya menanyakan, “Setelah ini ke mana lagi, bu?”

“Datang ke kecamatan, tinggal lengkapi dengan fotokopi buku nikah” jawab ibu petugas.

Tak menunggu waktu lama, saya bergegas mendatangi kantor kecamatan yang jaraknya dari kantor desa sekitar 5 km. Sesampainya di sana, pemandangan kerumunan terlihat. Saya mendatangi meja pendaftaran dan menanyakan proses pembuatan KK baru. Petugas bilang bahwa nomor antrean sudah habis. Jam baru menunjukkan sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas bilang silakan datang lagi besok sekitar pukul 06.30 WIB.

Lagi-lagi tipikal pelayanan publik: datang sepagi mungkin. Siang itu akhirnya saya kembali ke pangkuan istri pulang hanya membawa draf KK dari desa. Saya bertekad datang sepagi mungkin ke kantor kecamatan untuk mengurus KK baru.

Part 4 Mengurus KK Baru di Kecamatan

Selasa (30/6), saya kembali menempuh jarak 37 km selepas subuh guna mengurus KK baru. Singkat cerita, 06.30 WIB saya sudah sampai kantor kecamatan. Saya menyampaikan maksud kedatangan untuk membuat KK baru. Petugas kemudian menyerahkan secarik nomor antrean 07 bertuliskan tanggal 1 Juli 2020.

Ya, 1–J-u-l-i–2-0-2-0

Alias esok hari.

Saya menanyakan maksudnya. Tentu dengan sedikit mangkel alias jengkel setelah berangkat pagi dan ternyata nomor antrean yang diambil hari ini berlaku untuk esok harinya.

Petugas menyatakan bahwa di masa pandemi, pengurusan administrasi di kecamatan dibatasi sehingga antrean pun dibuat seperti di atas. Antrean harus diambil H-1 dan itupun harus sepagi mungkin agar tidak habis.

Memang ketika mengurus sesuatu di kantor layanan publik, stok lapang dada mesti ditingkatkan agar tidak mangkel atau jengkel berkelanjutan. Alhasil pagi itu saya kembali pulang. Alhamdulillah, situasi WFH berkepanjangan menguntungkan bagi saya karena bisa leluasa mengurus administrasi.

Agar pagi itu tidak terasa hampa ada hasil yang lebih produktif, saya memutuskan untuk lanjut berangkat ke Outlet Samsat untuk membayar pajak kendaraan. Catatannya ada di sini.

Part 5 Mendatangi (Lagi) Kantor Kecamatan

Rabu (1/7) saya lagi-lagi menempuh 37 km dari kediaman ke kantor kecamatan. Pukul 07.00 WIB saya sudah bersiap diri di kecamatan. Orang-orang sudah berdatangan. Beberapa dari mereka terlihat jengkel setelah tahu bahwa antrean yang diambil berlaku untuk esok harinya.

Ternyata saya tidak sendiri.haha.

Saya kemudian iseng membaca informasi yang ada di meja registrasi. Ternyata ada satu item yang belum ada yakni materai. Saya pun bergegas mencari tukang fotokopi untuk beli materai.

Persyaratan Pembuatan KK
Persyaratan Pembuatan KK untuk beberapa situasi

Materai sudah di tangan. Saya kembali ke kantor kecamatan. Kerumunan sudah semakin membludak. Pukul 08.15 WIB, antrean sudah mulai dipanggil masuk. Antrean yang masuk pun dibatasi untuk penerapan physical distancing. Antrean saya pun dipanggil sekitar 09.30 WIB.

Di loket pelayanan, saya menyerahkan berkas di antaranya:

  1. Surat Pindah Datang Istri
  2. Draf KK dari kantor desa
  3. Fotokopi KK asal suami
  4. Fotokopi KK asal istri
  5. Fotokopi buku nikah
  6. Materai

Setelah memeriksa, petugas kemudian menyodorkan surat pernyataan yang ditempel materai untuk ditandatangani. Selain itu, kita diminta untuk menuliskan nomor telepon aktif dan alamat email. Menurut petugas, mulai 1 Juli 2020, KK baru akan dikirim dalam bentuk softcopy ke email yang dicantumkan.

Saya berdoa semoga petugas bisa membaca font tulisan tangan saya agar tidak salah ketik dan KK nyasar. Hingga tulisan ini dibuat (2/7), KK masih belum diterima. Sepertinya akan saya update kembali di tulisan ini.

Selain itu, jika nanti KK sudah didapat, kita bisa langsung mengurus e-KTP baru suami dan istri. Fisik e-KTP kemudian akan dikirim ke alamat masing-masing menggunakan jasa Pos Indonesia.

Demikian sekelumit petualangan saya mengurus KTP dan KK baru setelah menikah di masa pandemi. Setiap lokasi mungkin tidak sama persis terkait persyaratan. Ada baiknya memang menyiapkan semua berkas secara lengkap untuk berjaga-jaga. Mohon maaf jika terlalu panjang.

Semoga bermanfaat.

**

[UPDATE #1]

Satu hari setelah pos dibuat (3/7) KK sudah dikirim melalui email. Artinya, hanya butuh 2 hari sejak diproses. Boleh dibilang sangat cepat. Semoga tidak ada masalah sinkronisasi data ke depannya. Untuk KTP masih menunggu dikirimkan.

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s