Tips Memaksimalkan Video Konferensi di Masa Pandemi

Photo by Edward Jenner on Pexels.com

Hari ini konferensi video sudah menjadi hal lumrah, mulai dari sekadar obrolan santai, rapat dinas, sampai ke wawancara pekerjaan. Benar-benar menjadi sebuah standar baru di masa pandemi yang entah kapan berakhir.

Berikut saya akan merangkum beberapa tips untuk memaksimalkan video konferensi yang kita lakukan:

Kualitas Sinyal Internet

Kunci paling pertama adalah kualitas sinyal internet yang baik. Aplikasi video konferensi seperti Zoom, Google Meet, dll membutuhkan sinyal internet yang stabil. Stabil tidak harus yang tercepat. Pengalaman saya pribadi selama ping lancar, kecepatan download yang tidak seberapa pun masih aman. Untuk poin ini, tentu mesti survei sendiri, terutama dalam memilih provider internet.

Audio

Setelah sinyal internet sudah terjamin kualitasnya, kita berlanjut ke sektor audio. Audio di sini termasuk speaker/pelantang dan mikrofon. Tentu kita tidak ingin ketika video konferensi sedang berlangsung, ada suara luar yang “bocor” ke mikrofon kita. Begitu pun sebaliknya, kita harus bisa mendengar suara yang maksimal yang ada di konferensi.

Untuk sektor audio, menggunakan headset/earphone sangat direkomendasikan. Dengan earphone kita bisa fokus pada suara tanpa terganggu suara lingkungan sekitar.

Adapun untuk mikrofon, semakin baik kualitas mikrofon maka suara yang dihasilkan akan semakin baik. Jika headset/earphone kita memiliki mikrofon bawaan, pastikan mikrofon berada sedekat mungkin dengan mulut.

Jika mikrofon bawaan masih kurang baik, bisa mencoba trik berikut ini yakni dengan menjadikan hape sebagai mikrofon saat konferensi. Lho, memang bisa? Silakan simak video berikut:

Tutorial Menjadikan HP Android sebagai Mikrofon

Video

Setelah sinyal internet dan audio, kita berlanjut ke poin ke tiga yakni video. Agar semakin sempurna, maka kualitas video yang ditampilkan harus juga diperhatikan. Kunci menghasilkan video dengan kualitas baik adalah dengan memperhatikan cahaya, terutama cahaya yang menyorot ke arah wajah.

Trik sederhana yang bisa digunakan adalah dengan menghadap jendela sehingga area wajah akan mendapat cahaya secara merata dan kuat. Kekurangan hal ini adalah waktu karena tidak bisa digunakan saat malam hari.

Tips kedua adalah dengan menggunakan pencahayaan tambahan. Jika menggunakan lampu ruangan yang notabene bersumber dari arah atas, maka area wajah cenderung tidak tercahayai dengan baik. Tipsnya adalah dengan menggunakan lampu belajar fleksibel yang bisa ditekuk dan diarahkan menyorot ke arah wajah. Atur sedemikian rupa agar cahaya pas dan tidak membuat silau mata.

Trik berikutnya adalah menggunakan kamera yang berkualitas baik. Webcam bawaan laptop umumnya memiliki resolusi kecil sehingga kualitasnya tidak begitu menggembirakan. Nah, jika anda punya kamera DSLR/ atau Mirrorless, anda bisa menggunakannya untuk menggantikan webcam bawaan laptop.

Untuk tutorial penggunaan kamera DLSR atau Mirrorless menjadi webcam, bisa disimak di video berikut:

Tutorial Menjadikan Kamera DLSR atau Mirrorless Menjadi Webcam

Atau jika tidak punya kamera DSLR atau Mirrorless, bisa menggunakan kamera hape yang lebih baik kualitas kameranya. Caranya bisa disimak di video berikut:

Tutorial Menjadikan Hape Sebagai Webcam

**

Demikian tips agar video konferensi yang kita lakukan semakin maksimal. Semoga bermanfaat. Jangan lupa jaga kesehatan, memakai masker, dan rajin cuci tangan. Terima kasih.

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s