Siapa Dafa?

Selasa (20/10) siang saat lambung tengah mencerna makan siang, mama mertua menelepon saya. Dia bilang bahwa ada yang menelepon ke dirinya dan memberitahukan bahwa hape istri saya hilang dicuri di pinggir jalan. Si penelepon bilang hape ingin dikembalikan.

OK jika anda bingung dengan paragraf di atas, itu lah hal yang sama yang saya rasakan. Di tengah kepala yang masih loading setelah makan siang, saya berusaha perlahan mencerna apa yang disampaikan mama mertua.

Belum selesai mama mertua menelepon, ada telepon masuk ke hape saya. Panggilan datang dari rekan kantor istri. Saya izin mengakhiri pembicaraan dengan mama mertua dan akan segera menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.

Telepon yang baru masuk saya angkat dan yang berbicara di ujung telepon adalah istri.

“Hapeku dijambret orang” ujarnya dengan nada sedikit shock.

Saya menyimak kronologi dengan runut. Saya memastikan kondisinya sehat tidak kurang satu apapun. Alhamdulillah, ia tidak sampai terjatuh atau terluka.

Sesaat setelah mendapat penjelasan, saya segera mengaktifkan Google Find My Device dari tempat saya berdiri. Setelah login, saya membuka maps dan saya mendapati hape istri sudah bergeser dari posisi penjambretan. Segera saya mengunci hape istri dengan password dan memasukkan pesan di layar depan.

“Telepon ke nomor ini: 08xxxxxx”

Saya memantau internet di hape istri masih aktif. Kondisi tersebut cukup menguntungkan karena posisinya diketahui. Saya perhatikan hapenya berhentinya di suatu titik, tidak bergerak lagi.

Saya mengaktifkan fitur suara. Fitur ini akan menyalakan ringtone dalam volume maksimal tanpa bisa dikecilkan kecuali hape dimatikan paksa. Saya memantau hape masih tidak bergerak.

Tiba-tiba ada telepon masuk dari hape istri. Suara laki-laki di ujung telepon. Dengan tenang saya coba tanyakan, siapa dan bagaimana hape bisa ada di tangannya.

Suara di ujung sana menjelaskan bahwa ia memegang hape istri saya setelah merebut dari si jambret. Ternyata laki-laki bernama Dafa itu melihat momen istri saya kena jambret dan segera mengejar si jambret.

Saya tidak tahu bagaimana metode Mas Dafa (kita sebut saja demikian) mengejar, memepet dan merebut kembali hape istri saya. Tapi niat baik Masa Dafa sangat sangat sangat sangat saya apresiasi dan saya ucapkan terima kasih kepada beliau karena mau membantu.

Oh ya, saya sempat rekam cuplikan telepon ketika Mas Dafa menelepon saya:

Setelah saya kulik, ternyata Mas Dafa lah yang awalnya menelepon mama mertua. Sepertinya Mas Dafa segera membuka hape istri yang baru ia selamatkan dan mencari kontak yang bisa dihubungi dengan kata kunci yang mudah, seperti “mama”.

Ups, ketahuan kan saya punya panggilan tersendiri di hape istri jadi tidak langsung mudah dihubungi.hehe.

Lalu, setelah hape terkunci oleh saya, ia tidak bisa membuka karena terpassword. Ia lalu menghubungi nomor saya yang hanya bisa dihubungi di layar ketika terkunci.

Kurang lebih begitulah ceritanya. Sampai menulis ini pun, rasa syukur dengan sedikit bercampur haru masih saya dan istri rasakan. Kami bersepakat orang baik masih ada dan akan selalu ada.

Sayangnya saya belum sempat mengenal siapa Mas Dafa lebih jauh. Ketika ditelepon dan saya meminta kontaknya, ia keburu mematikan dan menyerahkan hape ke istri saya.

Siapa pun Mas Dafa, terima kasih.

2 pemikiran pada “Siapa Dafa?

Berikan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s